Media

Yozua Makes: Semua karena “We Love Indonesia”

Industri hospitality and tourism di Indonesia terus bergerak maju meski saat ini tengah dihadapkan pada situasi yang cukup menantang, yakni ketidakpastian kondisi geopolitik. Khusus untuk sektor luxury atau premium hospitality and tourism, Plataran Indonesia selama 17 tahun telah konsisten membangun posisi yang kuat sebagai salah satu ikon hospitality nasional dengan identitas yang khas.

Lantas seperti apa strategi dan ambisi besar Plataran Indonesia dalam turut menciptakan perubahan, termasuk lanskap pariwisata global? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu, Soza Hutapea mewawancarai pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Plataran Indonesia, Yozua Makes di Jakarta, baru-baru ini.

Hasil wawancara tersebut telah disiarkan dalam program BeritaSatu Spesial, Minggu (31/05/2026), pukul 12.30 WIB di BTV dan BeritaSatu. Sedangkan Investor Daily akan menayangkannya secara serial, yakni edisi hari ini, Selasa (02/06/2026) dan Rabu (03/06/2026). Berikut seri pertama dari dua seri petikan lengkap wawancara dengan pria yang dikenal sebagai pengacara dan akademisi terkemuka tersebut:

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbincang bersama kami di BeritaSatu Spesial.

Saya mengucapkan terima kasih dan sangat impressed dengan opening statement-nya yang mengatakan bahwa kami berusaha mengubah lanskap pariwisata global, acknowledgement-nya sebagai ikon Indonesia. It’s so happy and so pleased untuk mendengar pengakuan itu dari Anda dan mungkin pemirsa yang lainnya.

Kami mengatakan itu bukan tanpa alasan karena kami tahu, bagaimana Plataran Indonesia sangat khas, sangat kuat dalam menjaga nilai-nilainya. Apa sebenarnya yang menjadi motivasi utama ketika Anda pada 2009 berkeinginan untuk merambah ke dunia hospitality dan tourism?

Jawaban saya adalah rahasia dan kejadian alam. Kalau rahasia dan kejadian alam itu sifatnya adalah accidentally. Jadi, suatu saat di tahun 2009, saya dan istri saya, memiliki semangat karena kami sangat mencintai Indonesia, memiliki semangat bagaimana kami membangun Indonesia untuk lintas generasi.

Nah, dari situlah timbul ide untuk membangun Plataran, dan kami tidak sadar bahwa kami tidak memiliki kemampuan, tidak memiliki bakat, dan juga tidak memiliki pendidikan hospitality. Tapi, setelah dalam perjalanan—itu yang saya katakan rahasia alam—ternyata kami memiliki passion dan bakat untuk mengembangkan pariwisata yang tidak pernah kami pelajari. Semangat kami cuma satu, “We love Indonesia.

Setelah 17 tahun Plataran Indonesia, Anda melihat Plataran hari ini, sesuai ekspektasi atau justru ini melampaui apa yang Anda perkirakan dari awal?

Salah satu kunci dari Plataran, dari semua tim di Plataran adalah bersyukur. Dan saya sangat bersyukur apa yang kami alami dan rasakan sampai pada saat ini. Tentu kami memiliki banyak mimpi besar, tetapi sampai perjalanan ini, Yang Maha Kuasa sudah melindungi kami dan semua tim di Plataran dan brand Plataran. Sehingga, kami bisa berkembang sampai saat ini dan melewati berbagai peristiwa penting seperti Covid dan sebagainya. Kami berhasil melewati saat-saat itu.

Terkait strategi, ketika melihat perubahan lanskap pada wisata global, apa yang menjadi terobosan dari Plataran Indonesia?

Jadi, Plataran itu masuk dalam ekosistem yang namanya pariwisata. Pariwisata adalah satu industri yang sangat menantang. Pertama detail, (terus) konsistensi. Tapi, yang paling menantang adalah kalau ada krisis, yang pertama kali kena adalah pariwisata dan yang terakhir keluar adalah pariwisata. Kami mengucap syukur pada Yang Maha Kuasa karena kami melewati berbagai peristiwa termasuk Covid, dan kami melewati periode itu.

Artinya apa? Kami sudah cukup teruji menghadapi berbagai peristiwa yang berat sekali seperti Covid, di mana pariwisata terkena duluan, selesainya juga yang paling akhir, serta kami bertahan dan berkembang. Jadi, dengan melihat typical nature dari pariwisata tersebut, sebenarnya orang pariwisata itu mestinya harus orang-orang yang sudah biasa teruji. Kalau nggak, kena “angin besar”, kayaknya there is something wrong with us.

Tapi, bagi kami itu biasa, tentu kami bisa berlayar lebih kencang kalau anginnya mendorong kita. Dan siapa yang mendorong kami, menurut saya, yang paling besar peranannya menurut saya adalah pemerintah. Karena pemerintah memegang regulasi.

Pariwisata itu banyak sekali tergantung pada regulasi, sehingga jika regulasi itu dibuat terus mendukung kami, saya yakin pariwisata Indonesia akan lebih berkembang. Kenapa? Karena pariwisata Indonesia memang dasarnya sudah bagus, sudah luar biasa dan sudah ikonik.

Jadi, kata kuncinya kolaborasi? Tapi, bagaimana kalau ide yang lahir dari Plataran Indonesia, terkait dengan perubahan minat pariwisata yang tidak lagi fokus ke fasilitas akomodasi yang mewah semata, tetapi juga bagaimana journey-nya. Ada program HOPE ya. Mungkin bisa dielaborasi?

Jadi, kembali lagi tadi seperti saya katakan, rahasia dan kejadian alam. Itulah yang menimbulkan bahwa Plataran itu punya DNA, yaitu alam, budaya, dan masyarakat Indonesia. DNA ini kalau namanya DNA, kita bisa mengatakan ada Mozart (komposer Wolfgang Amadeus Mozart), ada Bach (komposer Johann Sebastian Bach), sudah lama sekali berapa ratus tahun yang lalu, musiknya sampai sekarang masih enak didengar. Banyak sekali komposer baru nggak sehebat dia. Kenapa? Karena DNA-nya.

Nah, Plataran itu DNA. Jadi, pada waktu menghadapi yang namanya new tourism, di mana lebih eksklusif, lebih bercerita mengenai pengalaman, ya memang itu DNA-nya Plataran. Jadi, memang Plataran hidup di DNA. Jadi, kami mungkin tidak seperti beberapa yang lain, menciptakan sesuatu yang baru karena adanya tren. Kami tidak. We are there. Apa yang kami sampaikan tinggal menyesuaikan dengan tren yang ada, tapi tidak mengubah DNA kami.

Karena memang kami dari lahir mencintai Indonesia, sangat bercerita pengalaman, sangat cinta alam, budaya, dan masyarakat. That is our DNA. Jadi, buat kami, untuk membuat sesuatu yang baru, mungkin tidak terlalu sulit. Karena, we have the DNA.

Jadi, karena memegang value-nya, DNA-nya, apa pun tantangannya, bisa dihadapi? Karena sudah tahu apa yang menjadi pegangan?

Betul, identitas kami. Di DNA kami ada budaya, alam, dan juga masyarakat Indonesia.

Sampai dengan 17 tahun Plataran Indonesia dengan berbagai bisnisnya, apalagi new tourism, apa evaluasi yang bisa Anda berikan?

Buat kami di Plataran, every day is learning process. Tiap hari ada yang kami pelajari. Karena kami mengetahui keterbatasan kami sebagai manusia. Jadi, tiap hari kami belajar. Tiap hari kami berdiskusi. Tiap hari ada yang teriak, itu biasa di Plataran. Karena kami melihat bahwa kami harus terus melakukan namanya continuous improvement. Jadi, dalam tahapannya itu memang pada suatu tahap tertentu, hampir satu dasawarsa, Plataran itu menguatkan jiwanya.

Jadi, punya DNA saja, punya passion saja, tidak cukup kalau tidak dibuat tata kelola yang kuat. Nah, selama 10 tahun pertama, itu dilakukan oleh Plataran. Tata kelola yang sangat kuat. Dan “thank God” bahwa kami bisa mendapatkan brand yang sangat dipercaya dan sering disebut sebagai true Indonesian icon. Karena, kalau ke Plataran itu orang tahunya pasti beres. Itu sesuatu yang kami coba. Tentu kami bisa saja mengalami kegagalan. Tapi kegagalan itu selalu kami jadikan sebagai pelajaran untuk menjadi yang lebih baik di masa depan.

Berbicara mengenai DNA, sepertinya semangat untuk mengenalkan Indonesia ke mata dunia dan menghadirkan pengalaman yang sangat eksklusif ini menjadi salah satu hal yang dikejar oleh Plataran Indonesia. Mengapa target market-nya dibuat spesifik?

Terima kasih. Jadi, itu semua berdasar visi kami, “For Indonesia and Indonesians”. Dalam mengembangkan visi itu, kami menemukan suatu market tertentu yang sifatnya adalah karena kami melihat dalam industri kita, ekonomi kita, sebenarnya salah satu kekuatan kita adalah pada UMKM. Oleh karena itu, pada waktu kami membuat, kami tidak ingin masuk ke dalam market-nya UMKM. Kami tidak mau berkompetisi dengan UMKM. Tapi, kami yang menjadi komplementer dari UMKM.

Jadi, kalau Anda lihat, di semua tempat kami, kami selalu, kalau ada UMKM, kami nggak mungkin harganya sama dengan UMKM. Kami berbeda, kami different. Bukannya kami mau menjadi eksklusif? Bukan. Karena visi kami, justru mau menjadi komplementer. Jadi, UMKM itu menjadi bagian dari cerita Plataran di tempat itu. Contohnya Plataran Puncak. Di Plataran Puncak, kami nggak mau bikin sesuatu yang menjadikan Plataran Puncak (mengganti UMKM).

Karena di Puncak dari dulu terkenal banyak restoran Sunda, restoran Padang, kami nggak mau membuat yang harganya seperti itu, seperti restoran Padang dan Sunda. Tidak. Kami membuat sesuatu yang berbeda, tapi ekosistem kami yang melengkapi adalah siapa? UMKM tersebut. Driver-nya, dia makan di tempat restoran Padang. UMKM-nya, supplier-nya juga ada di bagian dari mereka.

Itulah yang kami coba, menjadi bagian dari konteks “For Indonesia and Indonesians”. Jadi, terlihat sangat sentimental, memang sentimental attachment. Itulah yang menjadi kekuatan utama dari Plataran di hadapan pelanggan yang intinya kebanyakan adalah memang meet up ke atas.

Semangat untuk memberikan dampak sosial terus dipegang oleh Plataran Indonesia. Bagaimana sosial impact ini benar-benar dirasakan masyarakat dan bagaimana Plataran Indonesia menetapkan indikator kesuksesan?

Jadi, DNA-nya tadi, budaya, alam, dan masyarakat. Hospitality with impact itu sangat ketat hubungannya dengan masyarakat Indonesia. Dan kami kalau melihat masyarakat, di Plataran yang kami lihat yang perlu sangat dilindungi adalah perempuan dan anak-anak.

Sehingga, kalau kita ke Plataran, beberapa tempat di Plataran, itu kami punya sekolah sendiri. Sekolah yang sifatnya adalah bukan sekolah formal, tapi informal yang melengkapi sekolah yang mereka peroleh. Misalnya, kami punya di Borobudur, kami punya di Sumba. Nah, setiap minggu kami juga ada makan bersama. Itu sudah lama kami lakukan.

Jadi, mereka, anak-anak itu mendapat pelajaran tambahan di luar pelajaran yang ada di sekolah. Karena kami ingin selalu melengkapi. Kami tidak mau mengkontradiktif dengan sekolah formal yang sudah ada. Tugas kami adalah melengkapi.

Yang kedua, yang hospitality with impact. Itu seperti apa? Contohnya adalah UMKM kami itu terkenal memiliki namanya The Plataran UMKM ecosystem. Tugas kami bukan hanya misalnya memberikan dana. Tapi, menyiapkan mereka untuk bisa bersaing secara konsisten dalam market mereka.

Jadi, mereka me-supply kami. Kami ingin market orang yang disiplin, sehingga mereka bisa menjadi besar. Those kind of things yang kami buat “For Indonesia and Indonesians”.

Ada kendala dalam menjalankan itu semua? Karena, tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga kegiatan sosial. Bagaimana membagi fokus?

Tidak banyak kendalanya, karena banyak sekali kendalanya. Kendalanya adalah pertama pada waktu menghadapi kendala, kami pertama harus berpegang kepada visi-misi kami yaitu “For Indonesia and Indonesians”.

Kedua harus bisa fleksibel. Tidak pernah ada sesuatu yang kami sebut suatu bisnis model ini pasti bisa berlaku di sini. Tidak bisa. Kami harus menyesuaikan diri. Karena lokasi Indonesia ‘kan berbeda-beda. Kami membuat di NTT dan membuat di Borobudur, tipe pengajarannya juga berbeda. Guru yang kami taruh juga mesti berbeda. Jadi, memang Indonesia itu sangat rich (kaya). Jadi, harus di-curated one by one. Melelahkan? Ya, melelahkan. Kadang-kadang gagal? Ya gagal. Tapi that’s part of the lesson untuk “For Indonesia and Indonesians”(bersambung)

 

More Entries

Events
Plataran Indonesia, as a company in the sustainable tourism industry, is taking strategic steps to strengthen its position in supporting Sport Tourism..
Events

On February 20, 2025, the grandeur of Plataran Menteng set the stage for an exclusive evening celebrating the artistry of Tulola x..

Events

On February 15, 2025, Plataran Puncak played host to the exclusive wellness retreat Earthbound Escape by Herworld, offering an unparalleled blend of..

Events

On the serene weekend of February 15–16, 2025, Plataran Ubud, in collaboration with ION Water, hosted an extraordinary Wellness Weekend Retreat, bringing..

Events

Plataran Indonesia is proud to announce its participation in the Grand Royal Wedding Expo 2025, one of the most prestigious wedding exhibitions..

Press Release

Jakarta, 31 March 2026 – Plataran Indonesia initiated and launched HOPE: Home of Peaceful Escape, a wellness-centered concept that brings together an..

Press Release

Travel is rarely experienced in fragments. It is a sequence of moments that begin in one place and continue into another. With..

Press Release

Travel often begins long before arrival. Sometimes it starts at the airport, sometimes mid air, sometimes only when the landscape outside the..

Press Release

Set within one of Indonesia’s most significant cultural landscapes, Plataran at Borobudur offers an experience designed to accommodate many journeys in one..

Press Release

Connecting the nation’s finest hospitality with its national carrier. Plataran Indonesia and Garuda Indonesia come together in a year-long collaboration that celebrates..

Press Release

Plataran Indonesia introduces the Plataran C-Suite Retreat, an exclusive leadership programme crafted for C-Level executives and senior corporate leaders. Developed through the..

Sebuah perjalanan yang dikurasi secara istimewa untuk menghidupkan kembali pesona abadi Bandung, dari Jakarta menuju Plataran Bandung.

Plataran Indonesia presents HOPE, Home of Peaceful Escapes. With a focus on wellness, HOPE brings together a series of stays across Plataran […]

A 3-Day Wellness Escape with Micro Mindfulness at Plataran Puncak

Unlock special privileges exclusive to BNI customers for every dine-in experience at selected Plataran Venue and Dining outlets. Exclusive Benefits: 10% savings […]

The first campaign for Circle of Friends members to celebrate the partnership between Okura and Plataran. To celebrate this partnership, Okura Hotels […]