Bringing back Bandung - Paris Van Java by Plataran
Heartbeat of West Java
Plataran Bandung, sebagai “Heartbeat of West Java”, ialah destinasi yang memikat dan menampilkan kekayaan warisan budaya serta keindahan alam daerah ini. Sebagai bagian dari Plataran Indonesia, tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan pilihan kuliner khas dan suasana venue yang menakjubkan, termasuk Kinandari Intimate Ballroom, Enclave Bandung Bistro & Lounge, Askara Lounge, serta berbagai ruang pertemuan dan ruang privat. Dengan fokus pada keberlanjutan dan keterlibatan komunitas, Plataran Bandung telah menjadi tuan rumah berbagai acara internasional, termasuk ARCEO’s Conference 2024, dengan menghadirkan fasilitas lengkap yang cocok untuk penyelenggaraan MICE dan pertemuan sosial dengan layanan berkualitas bintang lima. Pengakuan atas dedikasi ini tercermin melalui penghargaan Best Upscale Indonesian Restaurant pada Exquisite Awards 2025.
Nostalgic Parahyangan Escape
Nostalgic Parahyangan Escape
Sebuah perjalanan yang dikurasi secara istimewa untuk menghidupkan kembali pesona abadi Bandung, dari Jakarta menuju Plataran Bandung. Terinspirasi oleh romantisme era Parahyangan tempo dulu, pengalaman ini memadukan warisan budaya, kekayaan tradisi, dan kehangatan keramahan khas Indonesia dalam sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
1,500,000 /orang
Syarat dan ketentuan berlaku. (*Pendaftaran terakhir setiap hari jumat sebelum jam 12.00 untuk keberangkatan pada hari Sabtu.)
Itinerary
-
Kedatangan di VIP Lounge KAI07.30 – 08.00
-
Boarding Kereta Panoramic Parahyangan08.00 – 08.30
-
Perjalanan Kereta Panoramic | Stasiun Gambir menuju Stasiun Bandung08.30 – 11.30
-
Perjalanan Budaya di Museum Gedung Sate11.30 – 12.15
-
Santap Siang Istimewa di Plataran Bandung12.15 – 13.15
-
Perjalanan Menuju Villa Isola13.15 – 13.45
-
Villa Isola | Universitas Pendidikan Indonesia13.45 – 14.15
-
Perjalanan Menuju Observatorium Bosscha14.15 – 14.45
-
Eksplorasi Observatorium Bosscha14.45 – 15.15
-
Menelusuri Institut Teknologi Bandung (ITB)15.15 – 16.00
-
Eksplorasi Bandros16.00 – 18.15
-
Perjalanan dengan Kereta Api Feeder menuju Padalarang18.15 – 19.00
-
Perjalanan Kembali ke Jakarta dengan Whoosh19.00 – 19.35
* Destinasi dan pengalaman dapat disesuaikan untuk reservasi grup.
Register Now
*Apabila Anda ingin memperpanjang masa tinggal dan memiliki tanggal atau waktu berbeda untuk tiket pulang Whoosh, Anda dapat mengubah tiket tersebut secara mandiri sesuai pengaturan Anda sendiri.
官方视频
Di Plataran, kami percaya bahwa setiap perjalanan layak untuk dikenang. Sebagai bagian dari pengalaman ini, kami telah menyiapkan seorang fotografer khusus untuk mengabadikan momen-momen Anda sepanjang perjalanan. Seluruh foto dan file dokumentasi akan dikirimkan secara personal kepada setiap peserta dalam grup Anda, sehingga kenangan indah ini dapat tersimpan dan dikenang selamanya.







Jalur Legendaris Menembus Jantung Parahyangan
Melintasi jalur kereta Jakarta–Bandung bukan sekadar perjalanan, melainkan napak tilas sejarah di jalur legendaris yang telah menghubungkan ibu kota dengan Bumi Parahyangan sejak 1884. Dikelilingi sawah, perbukitan, terowongan, dan jembatan bersejarah, perjalanan ini menghadirkan romantisme tanah Sunda melalui luasnya panorama Kereta Panoramik.
Jembatan Cikubang
Jembatan Kereta Api Aktif Terpanjang di Indonesia. Dibangun pada 1906, jembatan sepanjang 300 meter ini membentang megah di atas Lembah Cikubang, menyuguhkan panorama sungai, sawah, dan perbukitan hijau. Dari kejauhan, jembatan ini juga tampak ikonik dari jalur Tol Cipularang.
Jembatan Cisomang
Jembatan Kereta Api Aktif Tertinggi di Indonesia & Asia Tenggara. Membentang sepanjang 243 meter di ketinggian 100 meter di atas Sungai Cisomang, jembatan ini menjadi ikon jalur Parahyangan sejak generasi pertamanya dibangun pada 1906. Dari sini, Anda dapat menyaksikan Jembatan Cisomang lama dan keindahan Lembah Cisomang beserta Curug Cijamur.
Jembatan Cibisoro
Terasering Tanah Sunda dalam Satu Kanvas. Melintasi Jembatan Cibisoro menghadirkan panorama terasering sawah khas Sunda yang membentang bak lukisan alam, berpadu harmonis dengan struktur baja bersejarah yang kita lintasi.
Terowongan Sasaksaat
Terowongan Kereta Api Aktif Terpanjang di Indonesia. Dibangun sejak 1902, terowongan sepanjang 950 meter ini menjadi salah satu warisan penting jalur Parahyangan. Saat kereta memasuki lorong gelapnya, suara roda yang menggema menciptakan pengalaman lintas penuh nostalgia.
Tikungan Berkelok Padalarang
Kereta Api dan Terasering Persawahan. Tikungan Berkelok Padalarang, atau yang dikenal dengan sebutan “Tiber”, merupakan salah satu spot ikonik di jalur Parahyangan, di mana rangkaian kereta tampak meliuk panjang layaknya ular besi di tengah lanskap terasering persawahan khas Jawa Barat.

